99

2036 Words

Dewa bergerak begitu cekatan namun penuh kehati-hatian. Jemari tangannya yang panjang menyusup pelan ke tatanan rambut Lintang, mencabut satu per satu jarum pentul yang menahan veil dan roncean melati di kepalanya. Setiap kali jemarinya menyentuh kulit kepala sang istri, Dewa memijatnya halus dengan ibu jari, meniup lembut area yang mungkin terasa tegang setelah berjam-jam tertahan mahkota pengantin. "Masih sakit kepalanya, Sayang?" bisik Dewa hangat. Lintang memejamkan mata, menikmati tiap usapan lembut yang diberikan suaminya. "Nggak, Mas... rasanya langsung ringan banget pas sunduk mentulnya dilepas." "Alhamdulillah," gumam Dewa. Setelah veil dan melati terlepas rapi dan diletakkan di atas meja rias, Dewa berbalik menatap Lintang yang kini duduk bersandar di tepi ranjang. Pandangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD