BAB 50

905 Words

Celina melipat tangan sambil bersandar lemah pada dinding di sebelah ranjang Clara. Ia melihat sofa kosong di sudut ruangan, lalu melirik Clara yang belum sadar. “Kau tampak tidak sehat,” ujar Julien di seberang ranjang, lalu menghampiri Celina. Ia memang sejak tadi sudah mamperhatikan gadis itu dan mengkhawatirkannya. “Aku baik-baik saja.” Julien meraba kening Celina. “Kau demam,” tegasnya, lalu meraih jas putihnya di punggung kursi dan mengenakannya. “Kau sebaiknya beristirahat dan minum air sebanyak mungkin. Aku akan ke bagian farmasi, mencarikanrnu obat penurun panas.” Cecllia terdiam saat menatap sepasang mata Julien. Mata hitam itu terlihat lelah. Pemuda itu sendiri mungkin tidak menyadarinya, pikir Celina murung. Menyadari hal itu membuat Celina urung menanyakan hubungan Julien

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD