Dalam hitungan ketiga, baik Aiden maupun Celina mulai memejam. Gadis itu mendengar Aiden menggumam, namun tidak menyimak. Sambil mencoba memutar ingatannya ke belakang, lambat-laun suasana di sekitarnya menghening. Hanya desah napas Celina dan gumaman Aiden yang samar terdengar. Ingatan masa lalu menghampiri Celina. Wajah Mina muncul di hadapannya. Celina terkesiap dan hampir membuka mata. Namun ia cepat-cepat menguatkan pejaman dan menegaskan hatinya bahwa ini hanya permainan Aiden. Mina tampak tersenyum dan melambai penuh semangat ke arah Celina begitu muncul di ambang pintu ruang kedatangan. Satu setengah tahun lalu ... “Pagi itu ... aku dan Mina mengunjungi menara Eiffel, lalu Katedral Notre Dame. Kami berdua berlari di atas Pont Neuf ...” Suaranya melirih. Bayangan peristiwa manis

