Beatrix dan Celina serentak bangkit dari sofa di ruang tunggu operasi begitu mendengar bunyi pintu dibuka. Mereka lekas-lekas berjalan mendekati tiga perawat dan dokter yang keluar dari ruang operasi. Mendadak Celina berhenti. Hatinya meletup-letup. Dokter yang baru menurunkan maskernya di tengah kerumunan itu adalah Julien. Julien tertegun menatap Celina. Celina pun mematung. Aliran darahnya berdesir ketika menatap pria itu, membuat sekujur tubuhnya menghangat. Jane-Paul Quentin, Beatrix, Monsieur Jibrayel, dan Monsieur Pierrepont berjalan mendahuluinya. Julien membisu beberapa saat. Ia ragu untuk menyapa Celina lebih dulu. Ia bahkan terlalu takut melakukannya. Bagaimana bila Celina masih menyimpan kebencian padanya? “Bagaimana keadaannya, Dok?” suara Jane-Paul Quentin memecah lamunan

