Dua bulan kemudian. Dua orang itu bergandengan tangan saat memasuki gedung resepsi. Pernikahan mewah yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Sang pengantin tampak bahagia bersanding di pelaminan. "Helena cantik ya, Ndra," bisik Reisa di antara suara bising orang-orang yang bercakap juga suara musik yang mengalun mengiringi acara. "Akhirnya dia dapat jodoh yang cocok. Gue nggak nyangka Dokter Andreas suka sama dia." Mata Andra tak lepas menatap panggung megah di hadapannya. Sementara itu tangannya sibuk memasukkan makanan ke dalam mulut. "Jodoh setiap orang udah tertulis Lauhul Mahfuz. Kita gak tau dipertemukan dengan siapa. Gimana awal bermulanya. apakah baik atau enggak," kata Reisa bijak. "Sama kayak lu sama gue. Sahabat jadi cinta." Andra mengedipkan mata menggoda istrin

