Dokter Andreas

1066 Words

Andreas memandang raut sendu yang sejak tadi diperiksanya. Bibir Helena masih pucat. Tubuhnya masih lemah walaupun sudah ada sedikit rona merah di wajahnya. Helena memasrahkan diri saat cairan bening itu disuntikkan ke infusnya. Menimbulkan denyut pada bagian yang tertanam jarum di kulitnya. "Sakit?" Andreas bertanya. Ada rasa iba dalam hatinya saat melihat Helena memejamkan mata hingga dahinya berkerut. Jenis obat ini memang menimbulkan rasa nyeri setiap kali disuntikkan. Helena mengangguk. Matanya menatap pada lelaki tampan berjas putih di hadapannya. Ada stetoskop yang menggantung di lehernya. Kulit Andreas lebih putih dan bersih, berbeda dengan Andra yang cenderung gelap. Hanya saja, Andra lebih terlihat maskulin dengan penampilannya yang jantan dan berotot. Andreas merupakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD