Bahagia

1026 Words

"Rei." Andra mencoba membujuk istrinya. Namun, wanita itu masih diam. "Rei ...." Masih terdiam. "Sayang." Hingga panggilan ke tujuh, Andra yang sudah tak sabar akhirnya menarik tubuh Reisa ke dalam dekapannya. Ini sudah hari ketiga dan wanita itu masih diam. Bagaimana dia bisa menceritakan semua, jika diacuhkan seperti ini. "Lepasin. Sakit ini." Reisa meronta saat merasakan pelukan Andra semakin erat. Hingga membuatnya sulit bernapas. "Lu jangan kayak gin, Rei. Gue nggak tahan. Mending lu marah sekalian jadi gue tahu." Tatapan Andra tajam dan menusuk, membuat Reisa sedikit takut. Suaminya jarang sekali marah, tapi nada suaranya kali ini berbeda. Reisa masih membuang pandangan, tak mau melihat wajah suaminya. Tubuhnya gemetaran, ngeri jika Andra nekat berbuat sesuatu. "Lu kenap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD