Peluang

1057 Words

Bandara Soekarno Hatta pukul sepuluh pagi. "Hati-hati." Begitulah kata yang terucap di bibir Reisa saat mengantar Andra ke bandara. Setitik air matanya menetes. Rasa haru berkecamuk di d**a. Sekalipun hanya sebentar, sebenarnya wanita itu belum benar ikhlas melepas kepergian suaminya. Andra memeluk dua orang yang paling dia sayangi saat ini dengan erat. Dia mencium lembut kening Reisa sembari menggendong Rendra. Bayi itu malah senang karena digelitik papanya. "Ndra," lirih Reisa. Dia tak rela melepaskan sang suami pergi. Tak perduli banyak mata memandang. Wisnu dan Nita hanya bisa memperhatikan perpisahan yang cukup mengaharukan ini. "Lu di rumah papa aja dulu sementara waktu. Biar ada temannya." Andra berbisik di telinga Reisa. "Gue gak tega lu sendirian." Reisa mengangguk. Sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD