Yerin sudah lebih dulu tiba di depan pintu emergency room. Aida, Ga Eun dan kekasihnya menyusul dari belakang, rasa khawatir tergambar di wajah mereka. Aida mendekati Yerin yang sedang menangis, ia melingkarkan lengannya di bahu Yerin. Tidak satupun yang bersuara dari mereka, baik Aida, Yerin dan Ga Eun hanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Satu jam sudah mereka menunggu hingga pintu ruangan itu terbuka, seorang dokter keluar dari sana. Yerin dengan cepat menghampiri dokter itu. "Bagaimana Eun Woo?" "Anda keluarganya?" Yerin mengangguk cepat. "Iya, bagaimana keadaannya?" Dokter menghela nafasnya, "Dia mengalami patah tulang rusuk, dan patah tulang di kaki kanannya. Dia juga mengalami luka yang cukup serius di bagian kepalanya, tapi syukur lah tidak ada luka dalam yang serius

