Bab 14

1166 Words

Setelah Samuel pergi bekerja, kini Aurel berbaring di atas matras, tubuhnya bergetar ringan setiap kali ia menegakkan punggung mengikuti instruksi sang pelatih. Napasnya tersengal, keringat mulai menetes di pelipisnya, tapi sorot matanya tetap tegas. “Tarik napas dalam… hembuskan perlahan… tahan posisi itu selama lima detik,” ucap pelatihnya, seorang wanita muda bernama Clarissa yang diutus Marina beberapa hari lalu. Aurel mengikuti arahan itu dengan wajah menahan sakit. Luka memar di sisi lengannya terasa perih setiap kali ia bergerak, tapi ia berusaha tidak memperlihatkannya. Clarissa memperhatikan dengan khawatir. “Nyonya, sepertinya Anda sebaiknya berhenti dulu. Gerakan ini bisa memperparah memar di pinggang Anda.” Aurel menggeleng cepat, menahan napas sambil menegakkan tubuhnya la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD