Bab 58

1032 Words

Aurel terbangun perlahan, matanya mengerjap beberapa kali karena cahaya lembut dari jendela geser yang dibiarkan sedikit terbuka. Udara Kyoto pagi itu masih dingin, tapi hangat—hangat yang aneh, tidak biasa. Ia menyadari sesuatu menahan geraknya. Sesuatu yang berat. Sesuatu yang… bernapas. Ia menahan napas, perlahan menurunkan pandangan. Lengannya—tidur di d**a seseorang. Dan seseorang itu bukan sembarang orang. Samuel. Aurel terdiam membeku. Detiknya berhenti bekerja. Tubuhnya otomatis mengencang, tapi kemudian melunak karena ia sadar… bukan hanya lengannya yang bersandar. Samuel memeluknya. Bukan pelukan biasa. Pelukan yang penuh kepemilikan. Pelukan yang menahan. Pelukan yang seolah berkata jangan pergi. Lengan Samuel tersangkut di pinggang Aurel dari belakang, menarik tubuhnya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD