Bab 36

1477 Words

Acara terus berjalan, tapi suasana di sekeliling seolah bergeser setelah kedatangan Chelsea. Aurel bisa merasakan ada sorot mata yang mengikuti setiap gerakannya. Ia tetap berdiri di sisi Samuel, menjaga postur dan senyuman profesional yang dipaksakan. “Samuel, aku butuh bicara,” bisik Aurel ketika ada jeda antara perkenalan tamu. Samuel menoleh sedikit. “Tentang apa?” “Tentang… perjanjian kita,” jawab Aurel, menjaga suara sekecil mungkin. “Tentang hutang Ayah. Aku hanya—” “Kita bicara setelah ini,” potong Samuel lembut namun tegas. “Aku tidak ingin kamu berpikir soal itu sekarang.” “Tapi—” “Percayalah padaku dulu malam ini.” Percaya. Kata yang terdengar indah tapi sangat sulit dilakukan dalam pernikahan yang bahkan bukan pilihan mereka. Aurel mengangguk pelan. Ia kembali mengatur

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD