bc

Second Chance

book_age18+
20.9K
FOLLOW
182.8K
READ
billionaire
possessive
family
second chance
pregnant
arrogant
CEO
drama
sweet
asexual
like
intro-logo
Blurb

Peringatan! Cerita ini mengandung unsur dewasa, harap bijak dalam memilih bacaan.

New York.

Shaenteen Company.

  Jam di dinding ruangan Navisha menunjukan waktu 08.15 waktu New York. Navisha memandang gedung-gedung pencakar langit di hadapannya dengan tatapan kosong.

  Kini hujan tengah mengguyur kota New York dengan sangat deras, Navisha semakin erat memeluk tubuhnya sendiri saat udara dingin menerpa tubuhnya yang hanya berbalut blazer biru muda.

  Dari atas balkon kantornya yang berada di lantai tertinggi, Navisha bisa melihat hiruk-pikuk jalanan kota yang tengah di guyur hujan deras.

  3 tahun, 3 tahun sudah berlalu sejak dirinya pergi meninggalkan tanah kelahirannya, Indonesia. Meninggalkan kedua orang tuanya, keluarganya, sahabatnya dan juga pria yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya.

  Navisha memilih untuk kembali pergi menjauh, kembali mencoba untuk menata hati dan juga hidupnya. Meskipun Navisha akui, seiring dengan berjalannya waktu, ia  tetap tidak bisa untuk melupakan pria yang amat sangat ia cintai.

  Pria yang menjadi cinta pertamanya, pria yang membuatnya bahagia dan sedih di saat yang bersamaan, pria yang hanya menganggapnya seorang sahabat, tak lebih. Ia lebih memilih membawa sebagian dari diri pria yang ia cintai pergi bersamanya.

chap-preview
Free preview
Prolog.

  New York.

  Shaenteen Company.

  Jam yang terpasang kokoh di dinding ruangan Navisha menunjuk angka 08.15 waktu New York. Navisha memandang gedung-gedung pencakar langit di hadapannya dengan tatapan kosong.

  Saat ini hujan deras tengah mengguyur kota New York, Navisha pun semakin erat memeluk tubuhnya sendiri saat udara dingin menerpa tubuhnya yang hanya berbalut blazer biru muda tipis.

  Dari atas balkon kantornya yang berada di lantai tertinggi, Navisha bisa melihat hiruk-pikuk jalanan kota yang tengah di guyur hujan deras.

  Meskipun hujan deras sedang mengguyur kota, tapi tak mengurangi aktivitas yang sedang berlangsung. Jalanan masih ramai oleh kendaraan roda empat yang kini sedang berlalu lalang, ke sana ke kemari. Begitupun dengan orang-orang yang sedang berhilir mudik, ke sana kemari sambil mengenakan payung agar terlindung dari air hujan yang jatuh membasahi bumi. 

  3 tahun, 3 tahun sudah berlalu sejak Navisha pergi meninggalkan tanah kelahirannya, Indonesia. Navisha meninggalkan kedua orang tuanya, keluarganya, sahabatnya, dan juga pria yang menjadi cinta keduanya setelah cinta pertamanya jatuh pada sang Ayah. Katanya, cinta pertama anak perempuan adalah Ayahnya, dan ucapan itu memang terbukti benar, karena cinta pertama Navisha memanglah sang Ayah.

  Navisha memilih untuk kembali pergi menjauh, kembali mencoba untuk menata hati dan juga hidupnya yang saat itu sudah hancur berkeping-keping. Navisha akui, seiring dengan berjalannya waktu, ia  tetap tidak bisa untuk melupakan pria yang amat sangat ia cintai. Pria yang membuatnya pertama kali merasakan apa itu rasa ingin memiliki, pria yang membuatnya bahagia dan sedih di saat yang bersamaan, pria yang hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat, tak lebih dari sahabat. Karena itulah, Navisha memilih pergi, sekaligus membawa sebagian dari diri pria yang ia cintai pergi bersama dengannya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

Nonieseindria

read
233.3K
bc

Touch Me, Baby Girl.

read
216.2K
bc

A Secret Proposal

read
366.5K
bc

Ketika Cinta Berbicara

read
92.9K
bc

Hot Secretary

read
499.4K
bc

Pria Dingin itu Suamiku!

read
571.6K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play