Tak pernah Aldwick bayangkan sebelumnya bahwa ia akan berada dalam penjara di mana tempat para pengkhianat berkumpul. Ia bukan hanya gagal melindungi tahtanya tapi juga gagal melindungi Aestland dari kekacauan. Bukannya membalas kematian sang Ayah, ia malah terperangkap dalam penghinaan di penjara. Penjaga datang, mata Aldwick yang tertutup kini terbuka. Ia segera berdiri ketika melihat Leticya berdiri di depan penjara, ia mendekat bersamaan dengan Leticya yang masuk ke dalam penjara. “Apa yang kau lakukan di sini?” Aldwick memandangi wajah cantik istrinya yang sudah beberapa hari tak ia lihat. Semenjak ia dipenjara, Leticya dibawa oleh Hill. “Apa aku perlu menjawabnya?” Leticya memeluk Aldwick, “Aku merindukanmu.” Aldwick membeku, ia juga sangat merindukan istrinya. “Apa yang sedang