Sudah dua hari Schio terganggu dengan kata-kata Victoria tentang garis jodoh yang bergeser. Hal yang masih ia anggap mustahil terjadi. Ia bahkan masih ingat betul bagaimana tatapan kebencian Jeenath padanya. “Sialan!” Schio sudah berada dibatas frustasinya. Ia segera keluar dari goa tempatnya menyendiri. Naik ke atas kudanya dan pergi. Tanpa ia sadari ia telah sampai di depan pintu rahasia. Entah bagaimana ia bisa berada di tempat itu. Schio memutar kudanya, ia tak boleh berada di sekitar istana. Tidak boleh. Namun sejenak kemudian, kudanya berhenti. Ia merindukan tempat ia dilahirkan dan juga dibesarkan. Tak ada salahnya masuk ke dalam melalui jalan rahasia. Tak akan ada yang mengetahui tentang kedatangannya. Schio turun dari kudanya, mengikatnya di batang pohon lalu masuk ke pintu goa