BAB 10

1310 Words

“Fokus ke mata saya, Audrey, bukan ke kaki kamu. Percaya sama saya untuk memimpin langkahnya.” Alunan musik klasik bergema pelan di dalam penthouse pribadi Oliver, memantul lembut pada dinding-dinding kaca besar yang menyuguhkan pemandangan gemerlap lampu kota malam hari. Suara berat pria itu terdengar begitu dekat di samping telinga Audrey, persis saat jemari panjangnya mengencangkan cengkeraman di pinggang Audrey, menarik tubuh wanita itu selangkah lebih rapat tanpa memberi celah. Audrey menelan ludah dengan susah payah. Matanya yang tadinya sibuk menatap lantai parket kayu buru-buru terangkat, bertabrakan langsung dengan iris hitam Oliver yang menatapnya tanpa berkedip sedikit pun. “Saya cuma takut nginjak sepatu mahal kamu lagi,” cicit Audrey, suaranya sedikit bergetar menahan cangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD