"Nih, susuu." Rajen menoleh. Huma menyodorkan segelas s**u hangat, lalu Rajen terima. Yeah ... ini sudah di rumah. Tadi sempat makan malam di ayam penyet. Kemudian di perjalanan pulang, Bara tertidur. Dia duduk di jok belakang karena sudah malam. Benar saja, teler di perjalanan. Huma pun duduk di sebelah Rajen. Sofa ruang tengah. Bara jelas di kamar, tiap sisi kasur sudah dijaga benteng bantal agar tidak guling-guling jatuh dari ranjang. "Kamu tahu yang Hazel omongin itu nggak bener semua, kan, Ra?" Rajen mulai buka suara. "Soal seolah-olah aku nerima ciuman dia, padahal aku aja jaget dia nyosor. Aku sama sekali nggak pernah nerima itu, mau aja nggak." Karena bukan Humaira yang menciumnya. Huma tidak merespons. Kembali Rajen menatap istrinya. "Dan soal aku nggak punya pacar, kayakny

