“Sudah dijemput?” Huma mengulang ucapan bu guru dengan nada bingung dan kaget. "Dijemput siapa, Bu?" Mencoba untuk tetap tenang walau hati sudah berdebar kalang kabut. Guru itu berpikir sebentar. “Perempuan, katanya tetangga. Bara kelihatan kenal, jadi kami pikir tidak apa-apa.” Dunia seperti menyempit dalam sekejap, Huma tertegun keras. “Maaf, Bu ... maksudnya siapa?” Suara Humaira mulai berubah ada panik-paniknya. Huma rasa hubungannya dengan tetangga tidak sebaik itu sampai ada yang datang menjemputkan Bara untuknya. Di samping itu, teman main Bara sekali pun di wilayah rumah tidak ada yang bersekolah di TK ini. Jadi, tetangga siapa? Sekarang bu guru terlihat sedikit bingung. “Dia bilang—oh, anaknya sering main bareng Bara. Bara juga langsung ikut tanpa ragu. Dan, iya, ada anak ke

