Bad Ayah - Part 72a

2075 Words

Seorang pria tampan berbadan tegap sedang berjalan mondar-mandir di dalam apartemennya yang terletak di lantai teratas salah satu gedung apartemen paling mewah di kota ini. Pria itu sudah mondar-mandir layaknya sebuah setrikaan panas sejak dua puluh menit yang lalu. Dia sedang menimbang-nimbang apakah harus melakukan rencana yang sudah tersusun di dalam otak encernya itu atau nggak. Suara deringan ponselnya yang tergeletak di atas meja ruang tamu membuat pria itu bergegas berjalan mendekat ke arah benda tersebut dan menerima panggilan itu tanpa mau repot-repot melihat caller ID yang tertera pada layar benda pipih tersebut. "Halo, Ron. Gimana? Lo udah bilang belum?" tanya sebuah suara dari seberang sana tanpa menunggu Aron membalas sapaannya. "Belum," balas Aron singkat. "Serius?" "Iya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD