Abraham memeriksa kondisi Sabrina. Pria itu mengerut keningnya dan menganggukkan kepala dengan pemahaman yang ada di dalam pikirannya sendiri. Setelah itu Abraham mulai menjelaskan pada seorang guru yang mengikuti anak-anak SMA tersebut. "Siswi perempuan itu bernama Sabrina, benar?" Abraham menatap pak Hardi, yang menganggukkan kepala sebagai respon. "Benar sekali, Pak. Dia adalah Sabrina, kebetulan dia adalah murid baru di sekolah kami. Bisa minta tolong untuk dijelaskan apa yang terjadi dengan murid kami?" "Ada luka lebam di pergelangan tangan juga lengannya. Juga, luka memar di sudut bibir akibat pukulan dari kepalan tangan, juga tamparan pipi beberapa kali sampai akhirnya bisa memerah seperti itu." Abraham menjelaskan dengan tenang. "Pakainya terbuka pada bagian atas dengan ka