Pipi Karin sudah semakin merona merah mendengarkan pujian dari tunangannya itu. Tetapi Karin tidak ingin terhanyut dalam gombalan - gombalan seorang pria seperti Kenzo yang menurut Karin pasti itu hanya sebuah pujian untuk merayunya saja. "Udah gombalnya Tuan Kenzo?" Ujar Karin sambil mendorong tubuh Kenzo agar sedikit menjauh darinya Sementara Kenzo hanya tersenyum saja sambil terus memandangi wajah wanitanya yang kini sudah memerah. Kenzo tau jelas kalau Karin belum bisa mempercayai dirinya sepenuhnya, dia tidak ingin memaksa Karin untuk percaya kepadanya. Dia melakukan secara perlahan - lahan sampai hati Karin sendirilah yang menuntunnya untuk secara perlahan menuju kepada Kenzo. Tidak ada didalam kamus Kenzo untuk memaksa seorang wanita, dia akan melakukan segala usaha untuk membuat