Chap 44. Hari Pembalasan

1517 Words

“Maaf?” tanya Sabrina pada pria jangkung itu. Pria itu tertawa, lalu duduk di kursi bar kosong tepat di sebelah Sabrina. Kemudian pria itu mengulurkan tangannya ke arah Sabrina dan lagi-lagi membuat gadis itu kebingungan. “Sabrina kan?” tanya Raffa sok kenal sok dekat. Kepala Sabrina mengangguk. “Iya.” “Gue Raffa, temannya Satria. Eh, gak bisa disebut teman juga sih, soalnya kami gak pernah dekat atau mengobrol.” Raffa tertawa lepas. Raffa kembali menarik tangannya karena Sabrina tidak mau menyambutnya. Tetap saja Sabrina tidak mengerti. Pria itu temannya Satria atau bukan. “Lalu, anda siapanya Satria?” tanya Sabrina. “Dia cuma teman,” ucap suara di belakang kepala Sabrina. Gadis itu menoleh dan mendapati Satria sudah berdiri di belakangnya. “Hei," sapa gadis itu yang lanta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD