Sabrina memandang bangunan di depannya yang sudah sangat tidak asing baginya. Dia besar di rumah itu. Kini, entah mengapa rumah itu sangat membuatnya bergidik. Dia mencoba untuk melupakan kejadian sore itu dengan sekuat tenaga, agar dia tidak menyusahkan ayahnya lagi. Sabrina merasakan remasan tangan lain pada jemari tangannya yang ada di atas pangkuannya. Kemudian dia menoleh pada seorang yang duduk sebelahnya. “Kamu sudah siap?” tanya pria itu. Mereka masih berada di dalam mobil dan Sabrina belum memiliki keberanian untuk keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya. Tadi pagi, Sabrina memberitahu Satria, kalau dia berencana untuk pulang. Dia sadar apa yang dilakukannya salah karena memilih bersembunyi di tempat lelaki itu, yang mana akan banyak menimbulkan berita negatif dan yang l