EL. 74 HARAPAN KAI

1716 Words

Tiba di rumah sakit. Mereka menunggu antrian untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Perasaan Elia semakin berdebar, rasa cemas menguasai hatinya. El menolehkan kepala, di genggam telapak tangan Elia. El menatap telapak tangan istrinya, saat merasakan telapak tangan istrinya dingin. "Aku tahu kamu cemas. Tapi jangan berpikir buruk, tetaplah berpikir yang baik-baik saja. Pasrahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Apapun yang terjadi hari ini pada kita, sudah ditakdirkan olehNya." "Bagaimana kalau aku sakit? Bagaimana kalau aku mandul?" Suara Elia lirih di balik masker yang dipakai. Agar orang lain tidak mendengar pembicaraan mereka. "Sudah berulang kali aku katakan, bagaimanapun keadaan kamu, aku akan terus mendukung kamu. Aku akan selalu ada untukmu." El lebih erat menggenggam telapak tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD