Tiga puluh enam

1633 Words

William melihat ibunya dengan kesal, dia sudah menunggu lebih dari lima menit tapi wanita itu masih santai membolak-balikkan majalahnya. "Ma, bisa langsung bicara. Saya sudah mengunggu lima menit dengan sia-sia", sungut William tidak sabar. "Sabar dong, mama ambil minum dulu," Sarah kemudian berdiri dan mengambil gelas kosong di meja. Sarah sengaja berlama-lama di dapur. Hingga William datang mendekat.  "Ma, kalau tidak ada yang perlu saya lebih baik pulang", William langsung pergi tanpa menunggu balasan dari mamanua.  "Kalau kamu pergi, artinya kamu menyetujui apapun keputusan mama", Kata Sarah. William menghentikan langkahnya yang sudah mencapai pintu dapur. Dia kemudian berbalik dan melihat ibunya dengan tatapan kesal. Lalu dengan langkah berat dia kembali duduk di sofa ruang utama.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD