Bab 43. Kebahagiaan Sebenarnya

1217 Words

"Lucian, apa yang kamu katakan?" ucap Dinda dengan suara lemah. Dengan senyum manis, wajah itu masih dipenuhi peluh keringat. Tangannya gemetar. "Sayang, aku serius!" Tidak menanggapi lagi dan hanya tersenyum, Dinda langsung membuat Lucian menciumnya beberapa kali, menggenggam tangannya dan memeluknya dengan begitu erat. "Sayang, taukah kamu aku sangat kakut kehilanganmu." "Aku tau, itu sebabnya aku ingin hamil lagi dan membuatmu takut." "Dasar bodoh, apa kamu mau suamimu ini mati ketakutan, hah?" Hanya menggeleng sembari tersenyum, percakapan mereka teralihkan saat ada suara bayi menangis dengan begitu lantang. Ya, seorang perawat datang membawa bayi mereka. "Selamat, Tuan, Nyonya, bayi kalian perempuan. Sangat cantik dan lucu." "Ah benarkah?" "Aku mau lihat!" "Aku juga!" Semua

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD