Bab 92

1034 Words

Hari-hari berlalu, kini Samuel sudah aktif kembali ke pekerjaannya, dia bahkan masih sering bertemu dengan Lia. "Apa Max tidak pernah ke kntor? Kenapa selalu kau yang menghandle-nya?" Tanya Lia yang sebenarnya lebih suka jika Max yang bertemu dengannya. "Kerja sama antara anda dengan Tuan Max memang saya yang pegang." Ucap Samuel setelah mereka meting. Lia menghela nafas panjangnya dan akhirnya tidak berbicara lagi. Samuel hanya bisa melihat ke arah wanita yang dia suka, selain di rendahkan, dia juga sudah tidur dengan pria lain, jadi sepertinya dia harus menghilangkan rasa sukanya kepadanya. "Aku sangat risih ketika kau mendekatiku, memberiku sesuatu dan selalu memandangiku." Ucap Lia pada akhirnya membuka suaranya. "Maaf, Nona!" "Bukan maaf saja yang aku perlukan, tapi sebaiknya k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD