Bab 76++

1220 Words

"Sudah tidak ada betina yang mendekatimu, Kan?" Ucap Viola saat mereka sedang makan siang bersama. "Betina?" Beo Daniel namun dia tersadar dan tertawa. "Astaga." Daniel benar-benar gemas bahkan mencium pipi Viola dengan keras. "Bagaimana manusia kau katakan betina." "Ya, tapi kan memang dia betina, tidak mungkin jantan yang menyukaimu." Ucap Viola yang akhirnya juga tertawa. "Itu sangat menyeramkan jika terjadi." "Tidak akan ada lagi yang menganggu kita, lagi pula. Jikapun ada. Itu hanya sebagai bumbu penyedap di dalam hubungan kita." Ucap Daniel. Viola akhirnya tersenyum dan memang dalam suatu hubungan, tidaklah mungkin jika akan berjalan mulus saja. Pasti akan ada rintangan di antara jubungan mereka, meskipun bukan karena orang ketiga, mereka pasti akan mendapatkan selisih paham

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD