Hari masih pagi ketika suara motor Dani terdengar berhenti di depan rumah Aluna. Bahkan, Aluna-nya saja baru selesai mandi ketika dari dalam kamar ia mendengar suara ibunya menyambut kedatangan lelaki itu. “Nak Dani?” “Iya, Bu. Maaf pagi-pagi sudah ke sini. Saya bawakan bubur buat sarapannya bapak." "Ya ampun Nak Dani. Kok repot-repot sekali. Ayo masuk." Bu Wulan menerima kantong berisikan makanan yang disodorkan oleh Dani. "Kok berat banget," ucap beliau sembari memperhatikan isi kantong tersebut. "Oh iya, Bu. Itu tadi sekalian saya beli nasi uduk kesukaan Luna. Buat ibu juga." "Kamu ini selalu begini. Ibu jadi nggak enak hati karena terus merepotkan. Kalau begitu ayo kita sarapan bareng." Dani tidak bisa menolak ketika Bu Wulan menarik tangannya menuju ruang makan. Di atas meja su

