46. Yuna's Effect!

1602 Words

Pagi-pagi, aku sudah harus melihat pemandangan yang menyiksa diriku lahir dan batin. Pemandangan yang sukses membuatku panas dingin, tetapi tak bisa berkutik sedikit pun. Aku benar-benar hanya bisa pasrah, menahan diri sekuat yang kubisa. Pemandangan itu sebetulnya masih halal kulihat, tetapi terasa haram di saat bersamaan. Pasalnya, jika aku ketahuan, bisa jadi aku akan kena amukan. Sungguh ironi! Saat ini, tepatnya pada detik ini, aku melihat Yuna sedang mengambil air minum di dapur. Dia sudah mandi dan kini hanya mengenakan handuk yang bahkan tak menutupi separuh pahanya. Bagian atas juga jangan ditanya. Handuk itu hanya menutupi sampai atas d**a dan tetap menampilkan tulang selangkanya yang tegas dan putih bersih. Tulang selangka yang dulu selalu terasa harum— harusnya sampai sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD