Sepasang laki-laki dan perempuan rupawan, duduk berhadapan di kafe kecil yang masih sepi pengunjung. Ada meja bundar yang menjadi pemisah keduanya. Orang-orang yang berlalu lalang melintasi kafe yang berada di lobi itu, tidak dapat mengalihkan pandangan dari kedua. Rata-rata mengenali si perempuan, yang sangat cantik, tapi tidak sedikit yang terpesona dengan wajah di laki-laki yang sangat tampan. Keduanya ibarat sepasang dewa dewi keindahan yang turun dari langit. Perumpamaan itu bukan hal yang mengada-ada, kalau saja sikap keduanya tidak menunjukkan rasa enggan, terutama sikap si laki-laki. Bagaimana tidak, laki-laki itu sama sekali tidak memandang perempuan di depannya yang sibuk bicara. Dia malah asyik memainkan ponsel, dan sesekali meneguk kopi americano dari gelasnya. “Zayne, kenapa

