BAB 33

1389 Words

Sepasang laki-laki dan perempuan rupawan, duduk berhadapan di kafe kecil yang masih sepi pengunjung. Ada meja bundar yang menjadi pemisah keduanya. Orang-orang yang berlalu lalang melintasi kafe yang berada di lobi itu, tidak dapat mengalihkan pandangan dari kedua. Rata-rata mengenali si perempuan, yang sangat cantik, tapi tidak sedikit yang terpesona dengan wajah di laki-laki yang sangat tampan. Keduanya ibarat sepasang dewa dewi keindahan yang turun dari langit. Perumpamaan itu bukan hal yang mengada-ada, kalau saja sikap keduanya tidak menunjukkan rasa enggan, terutama sikap si laki-laki. Bagaimana tidak, laki-laki itu sama sekali tidak memandang perempuan di depannya yang sibuk bicara. Dia malah asyik memainkan ponsel, dan sesekali meneguk kopi americano dari gelasnya. “Zayne, kenapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD