BAB 58

1217 Words

Tembakau dan aroma alkohol menguar di udara, membuat candu bagi siapa saja yang mengisapnya. Tidak ada yang berani datang mengusik, saat dua laki-laki muram terlibat dalam pembicaraan di teras rumah yang temaram. Malam makin larut, tapi keduanya tidak ingin beranjak. Masih dengan pakaian kerja, dasi yang sudah tanggal, dan kemeja kusut. Rambut acak-acakan dan mata merah karena pengaruh minuman keras. Entah sudah berapa gelas yang mereka tengguk, keduanya tidak peduli. “Hidup dan kebahagiaan tidak berpihak sama kita,” gumam Elias. Menyulut rokok kelima. Sedikit batuk tapi ia tidak peduli. “Bertahun-tahun kerja, akhirnya malah menjadi b***k Zayne.” Evan mendengkus, menyugar rambut. “Aku malah bingung apa arti bahagia. Kita sudah berjuang sedemikian lama. Membantu Julian siang dan malam, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD