BAB 48

1276 Words

“Pak, sepertinya kita salah jalan,” ucap Ulfa saat menyadari kalau kendaraan mereka masuk ke jalan tol. “Kenapa masuk tol dalam kota?” Robert melirik dari balik kemudi. “Bagaimana perutmu? Sudah enakan?” Ulfa mengusap perutnya. “Sudah nggak kembung. Minum obat jadi enakan.” “Nanti minum air hangat.” “Iya, tapi, Pak. Kita salah jalan.” “Nggak, kita berada di jalur yang tepat.” Merasa kalau Robert sedang bercanda dengannya, Ulfa melotot jengkel. “Sebenarnya, Pak Robert mau ngapain, sih? Bukannya mau ngantar aku pulang?” “Memang, aku akan antar kamu pulang. Tapi, tunggu dulu. Kita akan pergi ke suatu tempat.” Ulfa mendengkus, membuang muka ke arah jendela. Melihat kendaraan yang bersliweran di sampingnya. “Pemaksaan. Harusnya tanya dulu, aku bisa ikut nggak.” Robert melirik gadis yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD