Zayne bekerja siang dan malam, tidak mengindahkan rasa lelah. Ia menyibukkan diri dengan pekerjaan, berharap bisa melupakan masalah pribadi. Sudah dua minggu, ia tinggal di apartemen dan Arielle tidak sekali pun bertanya padanya. Apakah gadis itu sebegitu tidak menyukainya dan tidak peduli dengan kehadirannya? Berbagai pikiran buruk berkelebat, termasuk tentang Arielle yang pastinya lebih menyukai Riven dari pada dirinya. “Pikiran konyol. Tidak mungkin Arielle seperti itu. Gadis cupu begitu, mengerti apa tentang laki-laki?” Sisi kiri dirinya berkata dengan penuh percaya diri. Dan sisi kanan mengatakan kalau Arielle meskipun cupu, adalah gadis yang cantik. Zayne setuju dengan sisi kanan dirinya. Ia menganggap itu adalah kebenaran kecil yang berusaha disembunyikan. Arielle memang gadis y

