“Mulai sekarang,” lanjut Diego, “kerja sama, kedisiplinan, dan loyalitas adalah hal yang paling saya butuhkan. Siapa yang tidak bisa memberi itu, silakan keluar.” Sesaat, ruangan seperti kehilangan warna. Diego menutup pertemuan itu dengan satu kalimat yang membuat Hazel semakin tak tenang. “Perubahan tidak pernah mudah. Tapi kalian beruntung, karena saya sudah punya orang yang sangat saya percaya untuk membantu saya mengatur semuanya.” Nafas Hazel tercekat. Diego menatapnya sekilas. Pandangan itu bukan sekadar memilih. Itu klaim. Lalu ia menambahkan—suara lebih lembut, tapi berbahaya, “Dan saya tidak suka kalau orang kepercayaan saya dipengaruhi pihak lain.” Jantung Hazel berdegup keras. Orang-orang menatapnya. Dan Diego… tersenyum kecil, puas dengan efeknya. Manipulasi yang d

