bc

Hubungan Gelap Dengan Mantan Suami

book_age18+
260
FOLLOW
2.4K
READ
one-night stand
family
HE
second chance
friends to lovers
arranged marriage
stepfather
heir/heiress
blue collar
sweet
bxg
bold
city
office/work place
childhood crush
like
intro-logo
Blurb

Yuna Graseala, janda muda yang sedang mempertaruhkan hidupnya di dunia ibu kota kembali. Dan sialnya saat dia mencari pekerjaan, dia harus berurusan dengan manta suaminya yang kini telah menjadi hot Duda— Renan Prabasawara.Renan duda tampan, kaya raya, matang siapa yang tidak menginginkannya. Setelah bercerai dari Yuna, Renan sama sekali tidak dekat dengan wanita mana pun. Hingga akhirnya mereka bertemu, rasa lama yang belum selesai pun kini kembali menghangat. Dan Renan mulai kembali memasuki dunia Yuna."Jangan sentuh aku Renan!" "Kenapa? Bukannya kita pernah melakukannya lebih dari ini?""Persetan dengan masa lalu. Jangan sentuh aku!""Dan aku akan membuat kamu selalu ingin di sentuh Yuna Graseala!"

chap-preview
Free preview
BAB 1
Dentuman musik menggema di dalam sebuah ruangan, lampu kerlap kerlip menghiasi ruangan tersebut. Bau alkohol pun menyengat, asap rokok yang ada di mana-mana. Seorang pria berwajah tampan sedang duduk sambil meneguk satu gelas whisky. Tatapan nya begitu tajam, auranya dingin dan juga misterius, beberapa wanita yang mencoba mendekati nya dia tolak habis- habisan. "Ren lu gak mau nyewa buat malam ini doang? Dari pada lo cuman sendiri gitu doang. Lihat gue di temenin sama si cantik," ucap Tama sahabatnya. "Bukan selera gua." Tatapannya tetap tajam, tertuju pada wanita yang ada di samping sahabatnya. "Yaelah, semua cewek lu bilang bukan serela lo. Lu masih belum move on ya, udah 5 tahun Ren. Lo belum bisa lupain Yuna?" Renan berdecak kesal, kenapa nama itu harus di sebut saat dirinya sedang kacau. Moodnya semakin tidak baik saat nama mantan istrinya di sebut. "Jangan sebut nama dia, tanpa seizin gua. Paham?!" pinta Renan dengan tatapan menusuk. Tama langsung menelan ludahnya kasar, dia khilaf kalau temannya ini sangat anti mendengar nama mantan istrinya. "Sorry, sorry gua khilaf. Gue cuman kasihan aja sama lo, selama 5 tahun lo menduda!" ucap Tama. "Bukan urusan lo! Lagian gue juga gak buat lo rugi!" ucapnya. Tama pun akhirnya memilih diam, lebih baik dia bermain dengan wanita yang telah dia sewa malam ini. Renan melihat jam yang ada di tangan kirinya, sudah menunjukkan pukul jam 12.00 malam. Akhirnya Renan memutuskan untuk kembali ke apartemennya, dari pada dia harus melihat sahabatnya itu sedang b******u. Lebih baik Renan mendinginkan otaknya di dalam apartemen. "Ren lu mau ke mana?" tanya Tama saat melihat Renan beranjak dari tempatnya. "Balik!" jawab nya tanpa melirik ke arah Tama. Pasalnya Renan jijik melihat wanita yang sedang ada di pangkuan Tama. Memakai baju yang nyaris terlihat buah dadanya. Bukannya berghairah Renan hanya meringis melihatnya. Ia pun keluar dari club tersebut pergi dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hingga tanpa sengaja dia melihat sosok yang mirip dengan mantan istrinya sedang berjalan di tepi trotoar. Suara gesekan ban mobil dengan aspal pun terdengar nyaring mengudara. Di mana Renan menghentikan mobilnya mendadak. Kepala Renan langsung menoleh ke kanan, mencari keberadaan wanita yang mirip dengan mantan istrinya. "Ke mana dia? Tidak mungkin aku salah liat. Itu jelas-jelas Yuna!" gumamnya. Renan memutuskan untuk meminggirkan mobilnya. Ia membuka seat beltnya dan keluar dari mobilnya. Langkah kakinya terasa begitu lebar, matanya menyisir tempat tersebut mencari keberadaan—mantan istrinya. "s**t! Ke mana dia?" Renan mengusap wajahnya kasar, sebelah tangan nya mengecak pinggan. Wajahnya terlihat sangat frustasi, rahangnya mengeras sebelah tanganya terkepal. "Akan aku pastikan Yuna, aku akan menemukan cepat atau lambat!" Renan kembali berjalan masuk ke dalam mobilnya dengan langkah yang kasar. Ia kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di sebuah apartemen mewah, Renan memarkirkan mobilnya. Membuka pintu mobilnya dan menutup dengan sedikit membanting kan pintu mobilnya. Langkahnya terasa lebih cepat masuk menuju lift. Rahangnya masih tampak tegas. Hatinya berkecamuk saat memori kebersamaan dia dengan Yuna kembali berputar di dalam pikirannya. "Akh..." Kepalanya terasa begitu sakit, saat teringat masa indah itu kembali. Dadanya terasa sesak, oksigen terasa menipis. Pintu lift terbuka, Renan segera masuk dengan terus berusaha mengendalikan dirinya. Genggaman begitu erat pada pegangan yang ada pada lift. Renan segera memencet tombol 10 dimana tempat apartemennya berada. Sialnya, Renan merasa laju lift itu sangat lambat dimana dia menginginkan obat penenang segera. Setelah pintu lift terbuka Renan segera melangkahkan kaki lebarnya menuju apartemen miliknya. Tatapannya terasa kabur, untuk beberapa detik langkahnya terhentu, matanya terpejam sejenak. "Akh, sial!" Renan kembali melangkahkan kakinya, akhinya dia berdiri tepat di depan pintu apartemen. Menekan password apartemennya Renan segera masuk ke dalam. Matanya langsung mengedar mencari obat penenang miliknya. Kotak obat yang ada di dekat lemari ty. Renan segera mengambilnya dan menelan obat penenang tersebut. Tubuh Renan terbaring di sebuah sofa abu yang ada di ruang tvnya. Matanya terpejam, sebelah tangannya memijat kepalanya sendiri untuk mengurangi rasa sakit. Perlahan rasa sakit yang ada di kepalanya berangsur membaik. Napasnya terasa begitu lega. Renan membuka matanya, menatap langit-langit apartemennya. Tatapannya kosong napasnya sudah mulai teratur. Tubuhnya terasa lemas, sudah beberapa tahun terakhir dia selalu seperti ini jika itu mengenai mantan istrinya. "Yuna kamu di mana, hmm? Apa kamu akan terus menyiksa ku seperti ini?" Lirih Renan dengan suara yang gemetar. Matanya berair, menahan air yang sudah terbendung begitu lama di dalam kelopak matanya pun percuma. Akhirnya air itu pun membasahi wajah Renan. Ia segera mengusap air mata itu. Renan sudah berjanji pada dirinya tidak boleh terlihat lemah seperti dulu, yang pada akhirnya, Renan harus kehilangan wanita yang dia sayang. "Maafkan aku Yuna, tidak bisa melindungimu," ucapnya terdengar sangat lirih. Renan menegakkan tubuhnya, ia mengusap wajahnya kasar. Air matanya kini sudah tidak membasahi pipinya. Percuma dia menangis, tidak membuat semuanya kembali seperti sedia kala. Renan beranjak dari tempatnya duduknya, langkahnya menuju dapur dan membuka kulkas. Renan mengambil sebuah botol air mineral dingin dan meneguknya. Merasa dirinya sudah lebih baik, Renan berniat untuk membersihkan dirinya. Ia berjalan menuju kamar miliknya. Namun, matanya membulat sempurna saat melihat ada seorang wanita berpakaian seksi dia atas tempat tidurnya. "Jenni!" Suara berat Renan terdengar begitu indah di telinga wanita itu. Jenni wanita seksi yang di jodohkan oleh eyangnya untuk Renan. Wanita itu tersenyum miring dengan tatapan menggoda. Renan membuang mukanya, dia begitu jijik melihat wanita yang ada di depannya ini. "Atas ijin siapa kamu ke sini?" Jenni tertawa sarkas, ia beranjak dari tempat tidur Kenan. Berjalan mendekati pria yang sedang berdiri tegap di depannya. Jemari lentik Jenni mulai menyentuh d**a bidang Renan, menari-nari bebas menikmati otot-otot dadanya. "Hey ayolah, kita akan hidup bersama Ren. Sepertinya kita harus terbiasa seperti ini," ucap Jenni dengan nada suara yang di buat-buat. Renan menatap tajam ke arah Jenni, tatapannya begitu menusuk. Tapi, tidak membuat Jenni goyah atau takut padanya. "Matamu selalu indah Ren, hanya aku yang boleh melihatnya!" sambung Jenni dengan membalas tatapannya. "Singkirkan tangan kotor mu itu!" titah Renan dengan tegas. Jenni tertawa pelan. "Kalau aku tidak mau?" tantang Jenni yang semakin menggodanya. Renan mendengus kasar, ia segera menyingkirkan tangan Jenni dengan kasar. "Jangan berani-beraninya sentuh aku!" Peringat Renan. "Kenapa? Apa kamu lupa dulu itu kita—" "Berhenti bicara atau aku." "Atau apa?" __________

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
200.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.3K
bc

Kali kedua

read
219.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook