Bab.45 Perubahan Sikap Rangga

910 Words

Tatapan Rangga masih tertahan pada wajah Amanda beberapa detik setelah tamparan itu mendarat. Ruang makan yang semula dipenuhi suara sendok dan obrolan keluarga kini terasa sunyi, seperti udara yang membeku. Hanya detak jam dinding yang terdengar jelas, berdetak pelan namun menekan. Nalendra berdiri, refleks melindungi Amanda dengan tubuhnya. “Mas Rangga, cukup. Kamu sudah kelewatan.” Rangga mengalihkan pandangannya perlahan, menatap Nalendra dengan senyum tipis yang sulit diartikan. Bukan senyum mengejek, melainkan senyum pahit, seolah ia baru saja disadarkan oleh sesuatu yang tidak ia duga. Namun gengsinya terlalu tinggi untuk mengakuinya saat itu juga. Pak Darwis menepuk meja dengan telapak tangannya, wajahnya memerah. “Keluar kamu dari ruang makan ini sekarang, Rangga. Papa tidak ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD