Episode 58

1580 Words

Suasana pemakaman sudah sepi. Namun Barita dan Pak Rahmat masih belum bergerak dari tiga buah nisan yang ada di hadapan mereka. Barita terpekur memandangi nisan kedua orang tuanya. Sementara Pak Rahmat tak henti-hentinya mengelus dan mencium tiga batu nisan di hadapannya. Pak Rahmat tidak menyangka, diusia senjanya ia harus mengubur kedua anaknya. Sakitnya kehilangan putranya dua puluh dua tahun lalu, masih terasa. Kemarin ia baru sedikit lega, karena jasad anak menantunya sudah ditemukan. Namun beberapa jam setelahnya, ia telah kehilangan satu anak lagi. Ya, Ardi Prakasa, putra keduanya bunuh diri di penjara. Ardi meninggal karena over dosis obat tidur yang diberikan oleh Fikri, orang suruhannya. Masih terngiang di telinga Pak Rahmat suara sendu putra keduanya itu di telepon kemarin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD