Marchell menatap lukisannya yang berjejer di dinding ruang tengah. Semenjak beralih fungsi menjadi studio seni kecil-kecilan, setiap sudut rumahnya dipenuhi oleh lukisan kecuali area dapur, taman, dan kamar mandi tentu saja. Sebenarnya beberapa tahun belakangan ia cukup produktif menghasilkan beberapa lukisan. Namun ia merasa lukisan-lukisan itu tidak bernyawa. lronis, ia hanya melukis tanpa begitu menikmati prosesnya. Hanya melukis demi mengejar rezeki yang juga tidak kunjung datang. la melukis bulan juga melukis senja. Ia melukis para petani, nelayan, juga situasi pasar tradisional yang ramai. la bermain warna dan mencampurkan mereka semua ke dalam kanvas, lalu lahirlah bentuk yang tidak dikenali oleh mata. Semua hanya berbekal imajinasinya semata. ]ika ada skala kenikmatan melukis dar

