BAB 22

1501 Words

Viero menginap di rumah Evander. Keesokan pagi, Althea yang hendak berangkat kerja, berpapasan dengan laki-laki itu di depan gerbang. Dilihat dari pakaiannya, laki-Iaki itu sedang berolah raga. Althea berpura-pura untuk tidak melihat, tapi sulit. Mereka hanya saling pandang tanpa menegur sampai terdengar teriakan Viero yang membuat langkah Althea terhenti. “Liooo! Mama kamuu minggat!” “Eh, apaan, sih?” Althea menoleh kaget. “Liooo! Buruan datang!” Dari dalam meluncur Adelio dengan sepedanya. Anak itu membuang sepedanya begitu saja lalu berlari menubruk Althea. “Mama, mau minggat?” Althea menggeleng, mengusap kepalanya. “Nggak, Sayang. Mama nggak minggat.” “Lio ikut!” “Lio, Mama mau kerja dulu. Nanti malam pulang.” “Jangan percaya, Lio. Mamamu pasti pergi dan nggak kembali,” celetu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD