BAB 52

1810 Words

“Ayo, masuk. Jangan lama-lama berdiri di luar.” Mereka memasuki ruang keluarga yang cukup luas. Dindingnya dipenuhi foto-foto keluarga, sebagian besar dalam bingkai kayu sederhana. Foto-foto itu memberi kesan hangat, seolah ruangan menyimpan banyak cerita. Di tengah ruangan, sebuah sofa kayu besar menjadi pusat perhatian. Di atasnya terdapat alas kasur kecil yang membuat tempat duduk itu terlihat lebih nyaman. Lantai berwarna putih kekuningan tampak bersih dan rapi, kontras dengan perabot kayu yang mendominasi. Suasana ruangan terasa teduh. Tidak ada hiasan berlebihan, hanya kesederhanaan yang membuat siapa pun betah berlama-lama di sana. “Kalian sudah sarapan di jalan?” Suciati mengeluarkan berbagai buah-buahan dan menghidangkan ke meja. “Sudah, Ma,” jawab Evander. “Mama, rambutnya u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD