Klinik kedatangan tamu tak terduga. Puspa, dalam balutan celana kulot cokelat dan blus dengan warna yang sama, melangkah masuk. Membuat Althea yang baru akan masuk ke ruang prakteknya menoleh sekilas, dan memperlambat langkahnya. Mata mereka bersirobok, sebelum Gania menghampiri Puspa. “Nyonya, ada yang bisa dibantu?” Puspa mengangguk. “Aku ingin bertemu dengan Althea.” “Dokter Althea Spesialis Anak? Dokter Althea masih sibuk.” Puspa duduk di kursi hitam khusus untuk pasien. Mengamati interior klinik yang minimalis tapi elegan. Ada beberapa ruang praktek Dokter dengan Perawat di masing-masing meja di depan Ruang Praktek. Ruang-ruang tunggu pasien terisi pasien-pasien yang sudah siap menerima perawatan. Di dekat tembok belakang, ada meja bundar dengan empat kursi rotan. Sepertinya digun

