Viero menggoyangkan kepala, mengikuti irama musik. Lengannya merangkul seorang gadis bergaun mini dengan gelas di tangan. Mereka sudah menghabiskan bergelas-gelas alkohol dan menari hingga lelah. “Kamu kenapa malam ini? Cuma nari sama minum aja kelihatan capek?” Perempuan itu menggesekkan tubuhnya pada Viero dengan lidah menjulur untuk menjilat lehernya. Viero bergidik, mengelak saat jemari perempuan itu ingin meremas kejantanannya. “Bukannya kita sudah menari?” Perempuan itu tersenyum, mendekatkan bibirnya dan mendesah. “Aku masih bisa menari sekali lagi. Kalau kamu mau jangan di sini. Ayo, check in.” Tawaran yang amat menggoda, sayangnya ia sedang tidak ingin main-main. Bergumul di kasur dengan seorang perempuan bukanlah prioritasnva. la hanya ingin bersenang senang, melepaskan beban

