Pemecatan Suster rekornendasi dari mertua, membuat Evander terkena amarah. Meski begitu, ia tidak peduli. Yang terpenting adalah tawa anak-anaknya kembali. la sempat menyalahkan diri sendiri karena kurang perhatian dengan dua anaknya. Kalau bukan karena Althea yang bertengkar dan adu pendapat dengan Suster itu, bisa jadi ia akan rnenganggap semuanya baik-baik saja. Menatap bayangannya di cermin saat memakai dasi, tanpa sadar Evander mendesah. Semenjak kepergian Renata, istrinya, ia tidak pernah memikirkan tentang pernikahan dengan perempuan lain. Mereka yang datang padanya hanya sekadar datang, tapi bukan untuk singgah. Ada banyak hal yang membuatnya enggan untuk menahan para perempuan itu untuk tetap di sisinya, alasan terbesarnya adalah anak-anak. Menggunakan kesibukan untuk membuat di

