24

1129 Words

    Faza meraba-raba sisi ranjang disebelahnya. Merasa ranjang itu kosong, Faza segera membuka mata. Ia masih ingat betul, tadi subuh Angel masih bergelung diranjang yang sama dengannya setelah mereka selesai menunaiman solat subuh berjamaah.     'Ternyata udah pagi,' batin Faza sembari menatap tirai yang telah disibak sehingga cahaya mentari masuk ke dalam kamarnya, menggantikan pendar lampu yang telah dimatikan. Faza lantas bergerak, menarik ponsel di atas nakas demi melihat jam sebelum kedua matanya menemukan puluhan panggilan tak terjawab dari Franda.     "Baby.." lirih Faza meski tak ada sedikitpun niat darinya untuk menghubungi balik Faza. Sungguh, Faza tak ingin lagi goyah setelah mendengar suara Franda meski hanya melalui sambungan telepon. Cukup semalam! Tak akan lagi ada kei

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD