JANJI MENIKAH

1077 Words

BAB 14 Ruang gawat darurat rumah sakit malam itu penuh dengan hiruk pikuk suara langkah, derap sepatu perawat, serta bunyi alat medis yang berdenting satu sama lain. Aroma antiseptik yang menusuk menyeruak begitu Rey dan Naya sampai di lantai tiga. Rey menarik tangan Naya dengan terburu-buru, wajahnya pucat, matanya merah seolah tak berkedip sejak menerima kabar. "Cepat, Nay," ucapnya parau, nyaris terdengar seperti rintihan. Lorong rumah sakit itu terasa begitu sunyi, hanya terdengar suara mesin oksigen yang berdengung pelan bercampur dengan langkah Rey yang tergesa. Di depan pintu ruang perawatan, Andre—pengawal setia kakeknya—berdiri dengan wajah serius. "Bagaimana kondisi kakek?" tanya Rey cepat, nadanya penuh cemas. "Beliau sudah siuman, Tuan. Ada di dalam," jawab Andre sopan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD