Bab 42: Paris Membantu Maria

1337 Words

"Apa kamu sudah melakukannya?" Paris menatap awan putih halus yang berlalu. Sekretarisnya menggelengkan kepalanya. "Orang lain sudah melakukannya." Mata pangeran yang menatap ke langit biru itu melebar. Dia berdeham pelan. "Oh? Kenapa menurutmu begitu?" Sekretaris itu menghela nafas dan menjelaskan dengan sabar, "Ketika aku tiba di tangki limbah, sepatunya sudah di tanah. Saling bertumpukan." Paris terdiam. Siapa yang duluan melakukannya? Apakah ada orang lain yang mengincar Maria? Mata teal itu tersentak ngeri. Memang apa hubungannya denganku?! b******k! "Aku masih merasa kita tidak perlu melakukan ini, Paris. Bagaimana jika yang lain tahu? Jika Julie tahu, dia akan—" "Julie tidak akan pernah tahu." Presiden itu menoleh kepadanya dan tersenyum dengan gagah. "Karena kamu tidak ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD