Maria menguap. Mata zamrudnya yang mengantuk melirik jam di mejanya. Saat itu pukul satu pagi. Dia berbalik. Tempat tidur teman sekamarnya kosong. Julie telah mengambil cuti lagi. Kali ini karena alasan pribadi. Maria kembali ke layar laptopnya dan menatap kata-kata itu sampai mulai kabur. Semua orang bisa menebak alasan jeda mendadak dalam aktivitas sang ratu lebah, dan sebagian besar tebakan itu mengarah ke Maria. Maria selalu mengambilkan kopi, teh, dan air untuk Paris di ruang dewan dan melakukan semua perintahnya. Semua orang menonton dalam diam dengan tatapan mencemooh dan senyum angkuh. Dia juga keluar masuk gedung apartemen eksekutif, yang hanya menampung tim manajemen sekolah dan, tentu saja, sang ketua dewan mahasiswa. Berkali-kali dia berjalan melewati murid-murid lain,

