Bab 52: Maria Diserang

1359 Words

"Apa maksud kamu kalau aku tidak fokus pada pekerjaanku? Aku jamin itu tidak benar, oke? Aku diizinkan untuk memikirkan hal-hal pribadi ketika pekerjaanku selesai, bukan? " Mata hijau Maria melotot balik. Mata teal itu kembali menatap tegas ke wajah jelita itu. Seringai familiar muncul di wajah pria itu. "Tentu saja boleh." Alisnya berkerut pura-pura merenung. "Tapi aku khawatir... Bagaimana jika kamu tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang aku minta darimu? Aku harus bagaimana?" Mata zamrud yang lelah itu kembali membulat seolah telah membaca pikirannya. Seringai itu berubah menjadi senyum puas. "Kurasa kamu harus melapor ke kamarku jam lima pagi mulai besok. Sarapan, kopi, dan bereskan tempat tidurku." Dengan itu, dia melemparkan helm dan sarung tangannya ke arah gadis itu, melesat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD