Bab 55: Kemajuan Sarkon

1415 Words

Mata biru kehijauan itu berkedip-kedip mirip bayi yang baru lahir. Keduanya kemudian membelalak kaget. "Makhluk raksasa itu bisa muat di dalam kaleng kecil?! Memang bagimu aku terlihat bodoh, ya, Maria?" Derai-derai tawa kembali meluncur dari bibir manis itu. "Kamu memang bodoh. Tentu saja ikannya sudah dimasak dan dipotong terlebih dahulu." Bibir berlekuknya bergumam "Oh," lalu tersenyum malu-malu menatap lantai marmer. Hening sesaat di antara mereka. Maria berdeham. "Biar kuurus. Kau sudah berbuat banyak." Tangan ramping si pemuda masuk ke saku. d**a bidangnya kembali membusung. "Pastinya. Tahukah kau betapa sulitnya mengingat bahan-bahannya?" Maria terperangah. "Kamu betul-betul menyiapkan segala bahan ini sendiri?" Ekspresinya berubah datar. "Ada pelayan yang bertugas untuk melak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD